Kabut Asap Karhutla Selimuti Desa Dumu Mahak, Penerbangan Pesawat Terdampak

1788958195978.jpeg
Gambar: dumu mahak ( Ester Ido ) Sumber: https://dumumahak.desa.id/

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah Desa Dumu Mahak, Kecamatan Sungai Boh, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Kondisi tersebut membuat udara menjadi kurang nyaman, jarak pandang menurun, dan aktivitas masyarakat ikut terdampak.

Kabut asap yang menyelimuti wilayah desa terlihat cukup pekat pada waktu-waktu tertentu. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika harus melakukan aktivitas di luar rumah. Kondisi udara akibat asap karhutla juga perlu menjadi perhatian karena dapat mengganggu kesehatan pernapasan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakatUPTD Puskesmas Sungai Boh turun langsung melakukan pembagian masker kepada warga. Pembagian masker tersebut menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi paparan asap, khususnya bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah.

Petugas kesehatan juga mengimbau masyarakat agar menggunakan masker dengan benar, menutupi hidung dan mulut, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih tebal. Masyarakat juga diingatkan untuk memperhatikan kondisi kesehatan, terutama apabila mengalami batuk, mata perih, sesak napas, atau keluhan lainnya.

Langkah tersebut sejalan dengan imbauan Kementerian Kesehatan agar masyarakat di wilayah terdampak karhutla menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk dan membatasi aktivitas di luar ruangan. Paparan partikel halus dari asap karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk ISPA.

Selain berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat, kabut asap juga mulai mengganggu transportasi udara. Penerbangan rute Malinau menuju Mahak beberapa kali terpaksa dibatalkan karena kondisi asap yang menyebabkan jarak pandang tidak memungkinkan untuk penerbangan.

Pembatalan penerbangan tentu berdampak bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi udara untuk bepergian dari dan menuju wilayah pedalaman. Namun, keputusan tersebut merupakan langkah penting untuk mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Gangguan penerbangan akibat kabut asap juga terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Otoritas penerbangan melakukan pemantauan terhadap kondisi jarak pandang karena penerbangan hanya dapat dilaksanakan apabila kondisi memenuhi persyaratan keselamatan operasional.

Warga Diminta Waspada

Di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Desa Dumu Mahak, masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas pembakaran hutan maupun lahan yang dapat memperparah kondisi. Pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh masyarakat agar lingkungan tetap terjaga dan kualitas udara tidak semakin memburuk.

Pemerintah desa bersama masyarakat dan pihak terkait diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan, pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga transportasi masyarakat. Karena itu, diperlukan kepedulian dan kerja sama semua pihak agar kondisi segera membaik.

Dengan adanya pembagian masker oleh UPTD Puskesmas Sungai Boh, masyarakat diharapkan lebih terlindungi dari paparan asap. Semoga kabut asap segera berakhir, kualitas udara kembali membaik, dan penerbangan Malinau–Mahak dapat kembali berjalan normal sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.

Mari bersama-sama mencegah karhutla, menjaga hutan, menjaga kesehatan, dan melindungi Desa Dumu Mahak dari dampak kabut asap.

Bagikan post ini: