Kabut Asap Karhutla Selimuti Desa Dumu Mahak, Penerbangan Pesawat Terdampak
Kabut asap akibat kebakaran
hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah Desa Dumu Mahak, Kecamatan
Sungai Boh, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Kondisi tersebut membuat udara
menjadi kurang nyaman, jarak pandang menurun, dan aktivitas masyarakat ikut
terdampak.
Kabut asap yang menyelimuti
wilayah desa terlihat cukup pekat pada waktu-waktu tertentu. Masyarakat diimbau
untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika harus melakukan aktivitas di
luar rumah. Kondisi udara akibat asap karhutla juga perlu menjadi perhatian
karena dapat mengganggu kesehatan pernapasan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, UPTD Puskesmas Sungai Boh turun langsung melakukan pembagian masker kepada warga. Pembagian masker tersebut menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi paparan asap, khususnya bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah.

Petugas kesehatan juga
mengimbau masyarakat agar menggunakan masker dengan benar, menutupi hidung dan
mulut, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih
tebal. Masyarakat juga diingatkan untuk memperhatikan kondisi kesehatan,
terutama apabila mengalami batuk, mata perih, sesak napas, atau keluhan
lainnya.
Langkah tersebut sejalan
dengan imbauan Kementerian Kesehatan agar masyarakat di wilayah terdampak
karhutla menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk dan membatasi
aktivitas di luar ruangan. Paparan partikel halus dari asap karhutla dapat
meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk ISPA.
Selain berdampak terhadap
kesehatan dan aktivitas masyarakat, kabut asap juga mulai mengganggu
transportasi udara. Penerbangan rute Malinau menuju Mahak beberapa kali
terpaksa dibatalkan karena kondisi asap yang menyebabkan jarak pandang tidak
memungkinkan untuk penerbangan.
Pembatalan penerbangan tentu
berdampak bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi udara untuk bepergian
dari dan menuju wilayah pedalaman. Namun, keputusan tersebut merupakan langkah
penting untuk mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Gangguan penerbangan akibat
kabut asap juga terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Otoritas penerbangan
melakukan pemantauan terhadap kondisi jarak pandang karena penerbangan hanya
dapat dilaksanakan apabila kondisi memenuhi persyaratan keselamatan
operasional.
Warga Diminta
Waspada
Di tengah kondisi kabut asap
yang masih menyelimuti wilayah Desa Dumu Mahak, masyarakat diharapkan tidak
melakukan aktivitas pembakaran hutan maupun lahan yang dapat memperparah
kondisi. Pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh masyarakat agar
lingkungan tetap terjaga dan kualitas udara tidak semakin memburuk.
Pemerintah desa bersama
masyarakat dan pihak terkait diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap
potensi kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Kabut asap bukan hanya
persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan,
pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga transportasi masyarakat. Karena itu, diperlukan kepedulian dan
kerja sama semua pihak agar kondisi segera membaik.
Dengan adanya pembagian
masker oleh UPTD Puskesmas Sungai Boh, masyarakat diharapkan lebih terlindungi
dari paparan asap. Semoga kabut asap segera berakhir, kualitas udara kembali
membaik, dan penerbangan Malinau–Mahak dapat kembali berjalan normal sehingga
aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.
Mari bersama-sama mencegah karhutla,
menjaga hutan, menjaga kesehatan, dan melindungi Desa Dumu Mahak dari dampak
kabut asap.
Baca juga:
Musim Panen padi/Majau
Musim Panen padi/Majau