Konferensi GKII Daerah Apau Kayan "Growing Together" yang ke-51
Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Apau Kayan sukses
menggelar Acara Konferensi yang ke- 51 di Desa Mahak Baru, yang berlangsung
selama tujuh hari, mulai tanggal 22 hingga 28 Juni 2026. Dengan tema besar "Growing
Together" yang terinspirasi dari kitab Efesus pasal 4, acara ini
menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen iman dan memperkuat
kesaksian gereja di tengah kemajemukan.
Acara pembukaan dihadiri oleh jemaat-jemaat GKII Apau Kayan (Kayan Hilir, kayan hulu, kayan selatan dan sungai boh) dan berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Umum GKII, Ketua Wilayah GKII Kaltara,Artis Rohani,serta kepala daerah Asisten 3 Bapak Francis,S.Pd.,M.Pd yang mewakili Bapak Bupati Malinau yang turut hadir memberikan dukungan. Tema "Growing Together" atau "Bertumbuh Bersama" menekankan pentingnya sinergi dan kesatuan di dalam tubuh Kristus bagi jemaat.

Dalam kegitan konferensi ini diadakan juga perlombaan rohani Paduan suara (Paduan Suara Umum, Perkaria, Perkauan, Pemuda, anak sekolah minggu dan solois. Perlombaan Olahraga voli ball dan sepak bola, rapat kerja serta perlombaan Musik Tradisional yaitu Kulintang.

"Konferensi ini memberikan pengalaman rohani yang
berharga, sekaligus memperkuat iman dan kebersamaan dalam pelayanan,"
ungkap salah satu kepala daerah yang hadir saat memberikan apresiasi terhadap
pelaksanaan konferensi. Menurutnya, semangat bertumbuh bersama tidak hanya
sekadar menjadi tema ibadah, tetapi harus diwujudkan nyata melalui kolaborasi,
komitmen melayani, dan kasih Kristus.
Selain ibadah raya dan pendalaman firman Tuhan, konferensi
ini juga berfungsi sebagai ruang refleksi spiritual dan konsolidasi organisasi.
Berbagai agenda strategis dibahas untuk memperkuat jaringan pelayanan serta
mempersiapkan para pelayan Tuhan agar lebih berdampak bagi masyarakat.
Acara ini menegaskan kembali visi GKII untuk terus menjadi
wadah persekutuan yang solid, di mana jemaat saling membangun dan menjadi saksi
yang hidup di lingkungan mereka masing-masing.